Mengenal Apa Itu PBG? 5 Tahapan Pengurusan PBG

Waktu ini pemerintahan Indonesia dengan cara resmi udah hapus Ijin Membangun Bangunan (IMB). IMB yang awal mulanya hendaknya menjadi prasyarat untuk pembangunan gedung serta dirapikan dalam Undang-undang No.28 Tahun 2002 terkait Bangunan Gedung, sekarang udah diganti oleh Kesepakatan Bangunan Gedung (PBG).

Apa Itu PBG?

PBG yakni tentang pembuatan izin yang dikasih ke si pemilik bangunan gedung untuk melaksanakan pembanguan gedung baru, mengganti satu gedung lama, memperlebar atau kurangi gedung yang telah ada maupun menjaga bangunan gedung lama atau baru sesuai sama standard tehnis bangunan gedung.

Kesepakatan Bangunan Gedung (PBG) sendiri dirapikan dalam Dalam pasal 11 point 17 Ketetapan Pemerintahan (PP) No. 16 Tahun 2021 terkait Ketetapan Penerapan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 terkait Bangunan Gedung serta menjadi data, Ketetapan Pemerintahan (PP) 16 Tahun 2021 sebagai aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 terkait Cipta Kerja atau Undang-Undang Cipta Kerja, khususnya di Pasal 24 serta Pasal 185 huruf b.

Tidak sama dengan surat Ijin Membangun Bangunan atau IMB yang disebut ijin yang perlu dipunyai oleh pemilik bangunan sebelumnya atau mungkin saat membangun bangunan, Kesepakatan Bangunan Gedung atau PBG lebih mempunyai sifat menjadi peraturan tentang pembuatan izin yang mengendalikan masalah bagaimana bangunan mesti dibuat, dirubah, diperlebar atau dikurangkan, maupun dirawat. Sedang untuk bangunan yang telah telanjur mendapat ijin IMB sebelumnya ketetapan baru muncul, karena itu ijin itu masih berlaku sampai selesainya ijin.

PBG

5 Tahap Pengurusan PBG

Akan halnya beberapa tahap yang perlu dijalankan untuk mendapat surat Kesepakatan Bangunan Gedung (PBG) oleh si pemilik banguanan sesuai sama peraturan yang berlangsung yakni seperti berikut :

1. Disampaikan Sebelumnya Kontruksi Bangunan

Pemilik bangunan mesti ajukan document gagasan tehnis pada pemda kabupaten/kota atau pemda propinsi

2. Melaksanakan Dengar pendapat

Pemilik bangunan mesti melaksanakan dengar pendapat sebelumnya melaksanakan pembangunan gedung. Akan halnya proses dengar pendapat itu mencakup :

  • Register Dengar pendapat
  • Pengecekan serta pemenuhan standard tehnis
  • Pengakuan pemenuhan standard tehnis

3. Mendaftarkan Lewat SIMBG

Pemilik bangunan mesti melaksanakan pendataran online di Metode Data Management Bangunan Gedung (SIMBG).

4. Verivikasi Document

Staf pemerintahan berkaitan bakal melaksanakan pengecekan document tehnis yang telah ditambahkan di bagian pertama-kali yang diterangkan dalam ayat 1 serta bakal dikontrol dan disepakati pada proses babak dengar pendapat seperti ayat 5 huruf a

5. Penerbitan PBG

Di Ayat 5 terdaftar PBG mencakup proses :

(a) dengar pendapat serta perencaan
(b) penerbitan

Penerbitan PBG bakal diluncurkan oleh petinggi berkaitan kalau sudah usai bagian dengar pendapat yang mencakup verivikasi document tehnis serta dengar pendapat perencaan tehnis.

Demikian dahulu artikel kesempatan ini terkait "Apa Itu PBG? 5 Tahap Pengurusan PBG". Mudah-mudahan artikel kesempatan ini berfaedah untuk anda yang ingin membangun satu bangunan. Meninggalkan pesan serta komentar positif bila anda sukai serta terselamatkan dengan artikel kesempatan ini. Terima kasih telah baca!.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url