Cinta Itu Buta: Sebuah Film Romantic-Comedy Dan Meromantisasi Perilaku Penguntit Creepy

Anda buta tiba-tiba. Saat malam yang serupa, Anda barusan mendapatkan bukti mengagetkan terkait calon suami berselingkuh dengan kawan akrab sendiri. Lebih parahnya kembali, kawan akrab itu rekan barusan sore temani Anda ke toko busana pengantin, buat pesan busana pernikahan yang udah lama Anda idamkan. Ah ya, Anda yakni buruh perantau—sebut saja di Korea Selatan—dan sekedar mempunyai kakak wanita di Indonesia yang disebut salah satu keluarga. Terus, apa yang dapat Anda melakukan? Focus menyembuhkan mata yang buta; Pulang ke Indonesia buat berobat, mohon support akhlak terhadap kakak Anda; Pulang ke Indonesia buat berobat serta berlibur, membuat sembuh diri dari patah semangat serta kebutaan Anda; Masih tinggal di Korea Selatan, focus menyembuhkan mata Anda; Semua alternatif yang libatkan penyembuhan kebutaan Anda

vip film indomovies88 film soul film semi terbaru film korea dewasa film perselingkuhan



Diah (Shandy Aulia) betul-betul tidak dikasih beberapa pilihan di atas dalam dokumen Cinta Itu Buta. Dia bahkan juga tidak mempunyai satu juga episode di dalam rumah sakit atau konsultasi sama dokter. Kita sebagai pirsawan tidak dikasih keterangan sebaris juga terkait kebutaan Diah yang menjadi plot khusus film ini. Rachmania Arunita, si sutradara, serta tiga penulis dokumen (Fanya Runkat, Renaldo Samsara, Sigrid Andrea Bernardo) tidak ingin membawa kita focus di kesehatan si figur khusus, tetapi di kejadian cintanya.

Di tengah-tengah kebutaan tiba-tiba, serta ketersendirian di negeri orang, hadirlah pria dalam bahasa Inggris yang jelek serta tidak dapat bahasa Korea ke rumah Diah. Tidak perduli berapa kasar seruan serta makian—mengusir—yang dicetuskan Diah, laki laki namanya Nik (Dodit Mulyanto) itu terus ada serta membawa makanan yang dia masak sendiri. Tidak hanya ketidakpedulian Diah atas penyakit mendadaknya, proses perjumpaan dua figur khusus itu buat dahi mengernyit. Cacian serta seruan Diah—yang dibuat berulang-ulang—cuma bisa jumlah singkat. Dia pada akhirnya melunak terhadap Nik. Tidak dikarenakan sembunyi-sembunyi mengecap masakan yang terus dibuat pria asing itu, tetapi atas lawakan serta gurauan Nik. Problemnya, seluruh yang keluar dari mulut Nik kedengar seperti lawakan cowok sange. 

Lelucon-lelucon itu kerap kali seksis serta ada dari nafsunya yang pengin lebih dekat sama Diah. Buat perjumpaan mereka yang anyar terjadi beberapa waktu, serta bukti Diah tinggal sendirian serta tidak dapat menyaksikan betul-betul, tanggapan Diah yang direkam film ini berasa tidak-sesuai. Camera tangkap senyuman sembunyi-sembunyi Diah setiap waktu Nik tuntas melemparkan guyonan. Diah diilustrasikan menggemari semuanya. Contohnya gurauan Nik satu ini (bukan spoiler, lantaran berada pada trailer): "Kamu paham gak, berbeda rumput laut sama kamu? Kalaupun rumput laut punya kandungan gizi, kalaupun kamu punya kandungan beberapa anak kita kelak! HAHAHA!" Apabila gurauan itu dilempar dua atau 3 tahun, bukan dua atau 3 hari, sehabis bersua Diah, barangkali dampak serta artinya akan tidak sama. 

Dalam beberapa episode lain, Nik—di apartemennya—sempat membawa Diah mabok, walaupun dengan suara bergurau. Di atas bis yang tengah jalan, Nik tempelkan dua jarinya ke bibir serta nyaris tempelkan jemari sisa bibirnya itu ke dalam mulut Diah. Semuanya mengilik (serta dapat saja menyeramkan) itu dibuntel dengan romantis serta lucu versi film romantic-comedy (romcom). Cinta Itu Buta bahwasanya mempunyai semua prasyarat standard buat jadi romcom biasa: sepasang sifat khusus dengan kelakuan berseberangan, yang anehnya akan berasa prima buat sama sama lengkapi. Di tengah-tengah jalan, mereka dirintangi perpisahan yang tidak terelakkan, berakhir upaya satu diantara faksi merampas hati pasangannya dengan beberapa cara aneh yang dibingkai romantisme. Kebanyakan punya kandungan elemen hujan atau kembang api. Problemnya, beberapa cara itu sangat aneh, tidak logis, serta sekian kali malahan merendahkan pemikiran serta motivasi Diah sebagai wanita sebagai sifat khusus Cinta Itu Buta.

Formulasi lama romcom yang digunakan Cinta Itu Buta focus khusus camera sekedar membingkai dua sejoli itu. Semua sifat tambahan sekedar tempelan dengan motivasi yang serba-hitam-putih, yang membuat film ini bertambah berasa jauh dari realistis serta Dasar-Dasar Pemikiran. Di ujung narasi, Arunita serta beberapa penulis dokumen mempersiapkan plot twist yang lebih mengagetkan. Sembunyi-sembunyi nyatanya Nik udah mempengaruhi cerita hidup Diah lama. Dia, tiada consent Diah, menentukan untuk "menolong" si puan buat putus dari Jun-Ho (Chae In-Woo), sang calon suami. Kata menolong memanglah perlu dicatat dengan tanda petik lantaran film membingkainya begitu serta Diah dibuat berasa terselamatkan atas aksi ikut serta itu. Romantisasi yang dilaksanakan Cinta Itu Buta telah tingkat menengah. 

Nik—yang sebelumnya bersua Diah saat telah buta yakni orang gelandangan—dibikin mati di ujung film. Dan—entah bagaimana—sempat menulis surat romantis yang tersimpan di ruangan kapsul waktu berbayar. Dalam surat itu Nik mengatakan sebagai "penguntit" yang sejauh ini jatuh hati sembunyi-sembunyi terhadap Diah, "menolong" membuktikan siapa sebetulnya Jun-Ho sebagai wujud balas budi.

Dokumen dalam film ini pengin buat kita sebagai pirsawan melihat semuanya creepy yang dilaksanakan Nik sebagai perihal romantis serta lucu. Hingga sifat itu diperkenankan menulis pick-up line sebagai berikut ini: "Enam. Enam tetes air kencingku menetes karena amat tidak terbendung kembali. Tidak tahu mengapa saya cenderung pilih buat meredamnya ketimbang kehilangan peluang buat melihatmu." Serta Diah harus menangis terharu saat baca rayuan itu. Ada di belakang kepala, sembunyi-sembunyi saya memikirkan sang sutradara serta beberapa penulis dokumen tengah dibisiki sukma Nik waktu menulis pick-up line itu.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url