Sukses Membangun Bisnis Studio Rekaman Rumahan 2021

Usaha rental studio musik tampaknya telah lumayan akrab di kuping kita. Pusat- pusat studio musik dengan peralatan instrument musik yang standard telah banyak berdiri, apalagi pula di kampung- kampung- kampung. Para peminatnya tentulah para kawula muda serta pelajar yang mau belajar ngeband serta menyalurkan hobi musik mereka.

Nah, bila bisnis rental studio musik telah banyak menjamur di bermacam wilayah, hingga tidak dengan pusat studio rekaman. Untuk orang yang sudah lama terjun menggeluti dunia musik, hingga mempunyai peralatan serta perlengkapan musik yang lengkap di rumahnya, ataupun sudah mempunyai studio individu kayaknya telah jadi perihal harus.

bisnis studio musikMemiliki perlengkapan musik ataupun studio rekaman individu membutuhkan modal yang tidak sedikit. Dibanding cuma digunakan sesekali dikala hendak membuat karya individu, hingga terdapat baiknya studio beserta peralatannya tersebut dimanfaatkan buat dapat menciptakan duit yang cukup.

Triknya merupakan dengan menyewakannya serta menawarkan jasa rekaman, spesialnya yang menyasar para pemusik pendatang baru yang mau menghasilkan karya musik dengan dana seminimal bisa jadi, namun dengan mutu yang optimal. Perihal seperti itu yang setelah itu dicoba oleh Herquanto Bimanesh.

Dengan nama studio musik Egzalte Studio, ia mengawali mengibarkan bisnis jasa penyewaan studio rekaman semenjak tahun 2011. Tadinya, perlengkapan studio tersebut cuma digunakan buat keperluan merekam karya- karya pribadinya saja. Dia memandang kalau di kawasan Jabodetabek belum terdapat tempat penyewaan studio dengan harga yang relatif murah, tetapi bermutu baik. Buat mendirikan rental studio rekaman tersebut, Bima mengaku modal dini yang dia habiskan dekat Rp 150 juta rupiah.

Dana investasi tersebut dia gunakan buat membeli peralatan peredam ruangan sebesar Rp 90 juta, satu set pc senilai Rp 8 juta, perlengkapan rekam senilai Rp 15 juta, mikrofon dengan harga Rp 15 juta, serta sisanya digunakan buat penyediaan instrument musik serta kabel. Bima membagikan bermacam- macam sarana serta jasa yang menarik untuk para kliennya. Misalnya tracking yang umumnya dicoba oleh band buat merekam karyanya. Tarif yang dipatok buat layanan jasa tracking ini merupakan sebesar Rp 300. 000 per shift, ataupun Rp 200. 000 per separuh shift.

Tidak hanya layanan tracking, disediakan pula jasa mixing. Mixing dalam dapur rekaman ialah proses pasca penciptaan yang bertujuan buat menggabungkan seluruh tipe bunyi- bunyian supaya terdengar selaku satu- kesatuan yang harmoni. Buat jasa mixing ini, Studio Egzalte mambadrol tarif sebesar Rp 250. 000 per lagu. Proses berikutnya merupakan mastering yang bertujuan selaku polesan terakhir buat mengendalikan penyeimbang antara frekuensi serta volume sehingga karya musik yang dihasilkan jadi layak tayang ataupun siap launching.

Buat mendapatkan layanan ini, klien wajib menghasilkan uang sebesar Rp 150. 000 per lagu. Lewat Studio Egzalte tersebut, Bima menyalurkan kemampuan bermusik yang terdapat dalam dirinya. Skill yang dia kuasai jadi nilai plus untuk bisnisnya serta pula untuk para kliennya. Dia pula menerima jasa music aranging ataupun aransemen musik ialah penciptaan musik mulai dari pemilihan tipe suara, aransemen bagian lagu serta musik, sampai proses rekaman instrumen cocok dengan kemauan klien. Para klien yang menggunakan layanan ini umumnya para penyanyi solo. Tarifnya mulai dari harga Rp 400. 000.

Tidak hanya jasa- jasa yang berkaitan dengan sarana rekaman tersebut, Bima pula dapat menerima permintaan ataupun pesanan pembuatan jingle buat mempresentasikan ataupun promosi suatu produk ataupun event, dan pembuatan scoring ataupun aransemen musik latar buat kebutuhan drama, opera ataupun film. Egzalte memasang tarif buat tiap- tiap jasa tersebut mulai dari Rp 500. 000.

Dalam aktivitas perekaman di Egzalte Studio, Bima umumnya senantiasa menawarkan workshop buat mangulas konsep serta kemauan klien. Perihal ini bertujuan buat berikan cerminan agresif menimpa konsep yang di idamkan klien dan pula bisa membagikan proyeksi terpaut hitungan efisiensi waktu dalam pengerjaan proyek tersebut. Sehabis konsepnya bisa diterima, hingga proses pengerjaan satu proyek sangat kilat menghabiskan waktu dekat 2 jam.

Profesionalitas Bima dalam mengelola Egzalte studio, membuat bisnisnya banyak menemukan proyek. Dalam sebulan, dia rata- rata dapat menerima proyek sebanyak 12 shift tracking dan mixing ataupun mastering sebanyak 20 lagu, ataupun memperoleh satu proyek dalam satu bulan yang membutuhkan waktu sebanyak 20 shift. Bagi pengakuan Bima, konsumen yang disasar sepanjang ini merupakan para musisi pendatang baru ataupun intermediate dari golongan pelajar serta mahasiswa. Bayaran yang terbatas yang dipunyai para kliennya membuat dia mematok harga yang relatif terjangkau. Harga jasa yang murah tersebut jadi energi tarik untuk para pelakon pemusik pendatang baru.

Buat memperluas promosi, dia pula melaksanakannya lewat penyebaran flyer serta lewat media online, dan promosi dari mulut ke mulut. Buat terus menjadi memperkokoh lini bisnisnya, dalam waktu dekat, Bima berencana hendak meningkatkan usahanya dengan menaikkan kelas kursus buat instrumen musik, vokal, teori musik serta audio production. 

Next Post
No Comment
Add Comment
comment url