Kenali Telemedicine, Perkembangan teknologi untuk Layanan Kesehatan

Seiring dengan berjalannya waktu, teknologi terus berkembang pesat. Kemajuan ini juga masuk ke bidang kesehatan. Salah satu kemajuan teknologi di dunia medis yang menjadi kian populer beberapa tahun terakhir adalah penggunaan telemedicine.

Sebetulnya layanan konsultasi online atau telemedicine tidak hadir secara khusus karena adanya pandemi virus corona. Layanan sudah ada jauh sebelumnya. untuk berusaha mendekatkan layanan kesehatan bagi orang-orang yang lokasinya jauh dari fasilitas kesehatan – itulah yang ingin dicapai dari adanya telemedicine. Namun, apa Anda sudah betul-betul paham mengenai layanan canggih ini? Simak ulasan berikut

Pada saat ini konsultasi online seputar masalah kesehatan yang marak beberapa tahun belakangan kian menjadi pilihan di tengah masa pandemi Covid-19. Layanan ini juga kerap disebut sebagai telemedicine, telemedis, atau telekonsultasi. Pemerintah lewat Kementerian Kesehatan pun telah memiliki program Temenin alias Telemedicine Indonesia dalam rangka penyediaan konsultasi online di rumah sakit hingga Puskesmas.

Apa Itu Telemedicine?

Dilansir dari WHO, praktik telemedicine bisa dibedakan menjadi dua, yakni asinkronis dan sinkronis. Perbedaan keduanya terletak pada pengiriman data terkait yang diperlukan dalam konsultasi online. Dengan telemedicine asinkronis, data pasien bisa dikirim lewat email kepada dokter. Lalu dokter mempelajari data itu untuk kemudian menyampaikan diagnosis

Meski baru populer pada beberapa tahun belakangan di Indonesia, sebenarnya istilah telemedicine pertama kali disebutkan pada tahun 1970an yang berarti pengobatan dari jarak jauh.

Awalnya mula pengobatan jarak jauh ini dilakukan dengan teknologi sederhana. Misalnya, perawat di fasilitas kesehatan daerah terpencil melakukan konsultasi dengan dokter di rumah sakit di sebuah kota besar melalui telepon atau SMS. Namun, saat ini telemedicine sudah maju pesat. Salah satu contohnya adalah dokter dapat membaca hasil rekam jantung atau hasil ultrasonografi (USG) pasien melalui aplikasi atau website tanpa harus bertemu langsung dengan pasien yang bersangkutan.

Tujuan Penggunaan Telemedicine

Menurut WHO menjelaskan ada empat elemen yang berkaitan erat dengan telemedicine, yakni:

Bertujuan memberikan dukungan klinis
Berguna untuk mengatasi hambatan geografis dan jarak
Melibatkan penggunaan berbagai jenis perangkat teknologi informasi
Bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat

Tujuan telemedicine tidak terbatas pada layanan konsultasi. Ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan telemedicine. Di antaranya pengiriman data pasien yang jauh dari rumah sakit untuk dilakukan diagnosis secara cepat, seperti radiologi dan pemeriksaan jantung. Telemedicine juga bisa dilakukan antar-fasilitas kesehatan untuk pertukaran data pasien. Dengan demikian, pasien tetap dapat memperoleh manfaat pemeriksaan kesehatan dari dokter meski jauh dari fasilitas medis. Misalnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah pelosok. Dalam hal ini, dokumen seperti foto, video, dan rekam medis cukup dikirimkan ke dokter untuk mendapat diagnosis segera.

Fungsi Telemedicine

Fungsi utama telemedicine adalah mempermudah pelayanan medis oleh fasilitas kesehatan, terutama bagi masyarakat yang sulit terjangkau atau mengakses fasilitas tersebut. Namun dibutuhkan dukungan infrastruktur dan pemahaman mengenai teknologi informasi yang memadai dalam penerapan telemedicine.

Khusus dalam soal konsultasi kesehatan menggunakan Internet, dibutuhkan koneksi yang stabil dan kuat agar layanan berjalan lancar. Dengan adanya dukungan tersebut, telemedicine dapat berfungsi sepenuhnya sesuai dengan tujuannya untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat secara jarak jauh.

Telemedicine juga berfungsi memudahkan sistem rujukan pasien antar-rumah sakit atau dari puskesmas ke rumah sakit. Data cukup dikirim dengan teknologi sehingga mengurangi risiko kerusakan atau hilang di tengah jalan. Pasien pun tak perlu lagi risau akan lupa membawa dokumen ketika datang ke rumah sakit rujukan.

Maka dapat disimpulkan fungsi telemedicine antara lain:

– Mempercepat dan memudahkan sistem rujukan
– Membantu pertolongan pertama pada pasien sebelum dirujuk ke rumah sakit
– Membantu akses kesehatan bagi masyarakat yang jauh dari fasilitas kesehatan
– Membantu mengurangi kepadatan rumah sakit sehingga layanan di rumah sakit bisa lebih maksimal bagi pasien yang membutuhkan

Manfaat Telemedicine pada Layanan Kesehatan
Menurut Eric Topol, dalam bukunya yang berjudul The Patient Will See You Now, menulis tentang obsesi layanan kesehatan konservatif yang berpusat pada rumah sakit dalam wujud fisik. Eric memaparkan data bahwa satu dari enam kematian di Amerika adalah kematian di rumah sakit yang dapat dicegah.

pelayanan kesehatan di indonesia terutama didaerah-daerah terpencil sangat terbantu adanya telemedicine ini sebab indonesia dengan negara kepulauan dan masih terdapat kendala-kedalan letak geografis dalam upaya pemerataan pembangunan fasilitas kesehatan

- sebagai terobosan teknologi digital di bidang kesehatan juga dapat membantu keluarga merawat anggotanya yang berada dalam kondisi kritis.
- dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dipuskesmas
- pemantuan penyakit kronis dan dapat mengurugi biayaya yang dikeluarkan oleh klien atau keluarga

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url